Kehidupan pernikahan yang sehat berbeda dengan pernikahan yang bahagia. Seringkali dalam tahap pertama pernikahan, pasangan menjadi sering bertengkar. Namun hal tersebut juga dapat menjadi bagian terindah dalam pernikahan mereka.Anda bisa bahagia dalam pernikahan jika semua kebutuhan terpenuhi. Tapi, hubungan pernikahan yang sehat lebih dari sekedar kebutuhan dan kepuasan. Jika telah mencapai tahap yang stabil dalam pernikahan, maka ini adalah waktu yang tepat bagi Anda untuk mengikuti tes yang dikutip dari Bold Sky, sehingga dapat melihat apakah hubungan pernikahan Anda termasuk hubungan yang sehat.
1. Memiliki Waktu Pribadi Masing-masing
Ketika Anda dan suami memiliki aktivitas masing-masing di akhir pekan, sebagai pasangan berarti Anda berdua telah terbiasa untuk menghargai dan memberikan ruang pribadi untuk melakukan kegiatan favorit tersendiri. Memberikan ruang pribadi yang cukup dan tidak membuatnya merasa terkekang karena status perkawinan adalah kunci dari setiap pernikahan yang sehat.
2. Memiliki Waktu Bersama
Walaupun Anda dan pasangan memiliki acara dengan teman masing-masing, namun ketika waktunya ingin bersama, si suami bisa membatalkan janji tersebut. Hal ini menunjukkan biarpun Anda memiliki lingkaran pertemanan yang independen, pasangan masih memiliki waktu untuk menghabiskannya bersama Anda. Mengerjakan sesuatu dan menikmatinya bersama merupakan tanda sebagai sepasang suami istri yang sudah berada dijalur pernikahan yang tepat.
3. Tidak Mudah Cemburu
Ketika Anda melihat suami keluar kantor dengan seorang wanita cantik, namun Anda tidak langsung memarahinya dengan emosi yang meledak-ledak, adalah salah satu tanda Anda memiliki kehidupan pernikahan yang sehat. Dalam dunia kerja, tentunya kita akan sering bertemu dengan orang-orang yang menarik dan seharusnya tidak mengganggu ketenangan pasangan atau membuat mereka merasa tidak aman dengan emosi yang berlebihan.
4. Memberi Perhatian
Ketika suami mengantar Anda pergi atau pulang kerja. Walaupun dia tahu, bahwa Anda cukup mandiri untuk bisa pulang ke rumah sendiri, tapi dia memberikan perhatiannya dengan menunjukkan kekhawatirannya untuk memastikan Anda sampai di rumah dengan selamat.
5. Mengetahui Info Penting Masing-masing
Anda dan pasangan saling mengetahui nomor rekening bank masing-masing, atau info penting lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa kepercayaan adalah hal yang sangat penting dalam sebuah hubungan. Khususnya ketika membicarakan masalah sensitif seperti keuangan. Jika Anda dan suami bisa saling percaya soal keuangan masing-masing, berarti sebagai sepasang suami istri juga dapat saling percaya mengenai hal apapun.
Ketika rencana pernikahan yang sudah di depan mata harus batal, kecewa, sedih, kesal atau marah pasti dirasakan oleh kedua belah pihak. Bagaimanapun juga, batal menikah tidak hanya menyakiti hati tapi juga melukai harga diri.
Berencana menikah tapi hanya punya modal cinta? Sebaiknya pertimbangkan lagi rencana tersebut. Menurut psikolog Ratih Ibrahim, modal perasaan saja tidak cukup untuk membina sebuah pernikahan.
Setiap pasangan pasti ingin rencana
Ketika Anda gagal menikah secara mendadak, tentunya akan merasa sedih. Apakah hanya Anda? orangtua pun merasa shock, terpukul hingga memohon agar pernikahan dilanjutkan.
Meningkatkan kualitas 
Setiap orang yang menikah tentu ingin pernikahannya langgeng hingga akhir hayat. Namun terkadang, impian memiliki rumah tangga yang bahagia tidak seindah harapan Anda.
Menikah, nampaknya masih jauh dari pikiran seorang Justin Bieber. Merasa masih terlalu muda, pelantun lagu hits 'Boyfriend' ini masih akan menunggu lima atau 10 tahun lagi untuk bertunangan. Dan, itu belum tentu dengan Selena Gomez.
Semua orang tahu bahwa